Manis Pahitnya Dunia Ini - Befinda
Terbaru
Loading...

Minggu, 15 Januari 2017

Manis Pahitnya Dunia Ini

Manis Pahitnya Dunia Ini
 
Di zaman yang serba canggih, serba mewah, dan serba aneh yang hanya terhias oleh kelalaian belaka. Sebagai remaja gampang banget tersambar oleh manisnya isi dunia tanpa menengok kejamnya akibat yang bisa saja terjadi. 
 
Mulai hal kecil smartphone misalnya, siapa yang tak kenal dengan namanya smartphone, benda segenggam tangan yang merenggut waktu siapapun penikmatnya untuk hal sia-sia juga hal yang tidak terlalu begitu penting.
 
Dilain sisi benda ini juga memiliki segudang manfaat. Namun hal ini hanya berlaku untuk orang yang bijak. Mereka menggunakan benda ini untuk hal-hal yang bermanfaat, menambah ilmu pengetahuan, belajar, dan hal positif lainnya
 
Kembali ke topik awal, bagaimanakah jika benda ini digunakan untuk hal yang tidak bermanfaat. Hemm apa ituu? Yaa semacam searching hal yang tidak baik, yang membawakan maslahat, dll. 
 
Justru hal itu yang membuat diri ini semakin terlena, yaps terlena akan modernisasi. Jujur jika kita menggenggam smartphone apa yang pertama kita buka? dengan spontan anak remaja menjawab pastilah bbm, whatsapp, twitter, facebook, path, pinterest, instagram, uhh dan banyak lagi kawan-kawannya.
 
Jujur saja pasti kalian sering membuka akun media sosial populer itu.*upss penulis pun juga menyadarinya. Nah yang terpenting jangan terlalu mau dibodohi oleh hal - hal maya tersebut, ingat kita hidup di dunia nyata ya bukan di dunia maya seperti layaknya film rekayasa yang penuh fatamorgana.*eh

Memang benar jika media sosial dapat menambah dan mempererat tali persaudaraan antar teman, sahabat, saudara, dan lain sebagainya bahkan yang belum kenal sekalipun. Tapi sudahkah kamu menyambung persaudaraan dengan teman, tetangga, saudara di sekitarmu sendiri. 
 
Sederhananya coba hitung berapa lama kamu menghabiskan waktu dengan gadget dibanding dengan mengobrol dengan teman, tetangga dan tentunya keluargamu sendiri.. Jujur pasti lebih banyak waktu yang tersita untuk memainkan gadget. Ngaku deh?? *upss penulis juga sadar diri kok

Justru semakin sering memegang gadget menumbuhkan rasa males semales malesnya yang semakin melonjak, semakin sering tidur malas-malasan sambil memegang smartphone hingga lupa akan waktu. Duduk mendengarkan musik dengan memakai handsfree menghiraukan panggilan orang sekitar. Berselfie ria yang hasilnya ngebet banget untuk di uploud. Memamamerkan muka cantik dan gaya keren kepada followersnya.. yupz itu semua hanya sebersit bahagia sederhana yang memberikan rasa kepuasan batin untuk memuja diri sendiri. 
 
Jika hal itu terulang dalam perputaran waktu di hidup ini, apa mau terus terusan begini? Menjadikan kita lupa akan kewajiban sebagai pelajar di sekolah, anak yang berbakti kepada orang tua, juga sebagai hamba yang menghamba pada tuhan.
 
Jika kembali pada zaman dulu, zaman dimana belum di temukannya alat komunikasi modern bernama smartphone ini. Dulu orang berkomunikasi hanya via surat selain itu juga harus mendatangi rumah tujuan langsung dengan berbicara langsung.. toh dulu juga belum di temukannya alat berkendara secanggih zaman ini.
 
Dulu orang-orang harus rela berjalan kaki, menunggangi hewan sekalipun, dan juga menaiki sepeda, itupun jika sudah ada bahkan tidak semuanya memiliki. Mengayuh sepada selama perjalanan puluhan kilometer membutuhkan waktu berhari hari. 
 
Dalam situasi sekarang smartphone memang sangat bermanfaat bagi manusia. Yang semula membutuhkan waktu berhari-hari namun sekarang bisa dengan waktu secepat-cepatnya. Bahkan dalam hitungan menit pun sudah bisa, Sungguh luar biasaa benda satu ini. Dalam kondisi seperti ini memang sungguh tidak menyangkal bahwa smartphone sangat bermanfaat bagi kita semua.
 
Namun lain sisi, bagaimana jika kita menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk membuka media sosial. Chattingan dengan teman, sahabat, bahkan dengan pacar bagi yang memiliki. Mengirimkan teks mesra kepada teman dekat ataupun pacar, Eitss ngomongin dikit tentang pacar emm. 
 
Renungkan sebentar apa sih manfaat pacaran dikala kita belia sekarang ini? toh belum tentu pacar kita sekarang jodoh masa depan kan?? *maklum jomblo hehe, Melihat orang pacaran kalau bertemu nempel kaya kaos kaki sama sepatu hmm. Terkadang juga waktu berantem kelakuannya diumbar gitu *taulah pastinya. 
 
Mesra ataupun berantem diumbar ke medsos lewat status-status alaynya. Apalagi jikalau ada suatu problem yang diumbar sana sini emmm. Ya sih emang itu hak kalian hehe, namun lama lama membuat orang disekitarnya rada gimana gitu. 
 
Pada ngomongin tentang dia ini itu akhirnya kan banyak telinga yang denger. Telinga satu ke telinga lainnya, belum sampe ke telinga lainnya lagi ehh udah digoreng macam-macam. Akhirnya kan nyebar tuh kesalahpaham. 
 
Selain itu kalo orang pacaran pasti nggak pernah lupa ngucapin selamat pagi, siang, malam, mau tidur aja kudu diucapin. Apalagi nanyain udah makan atau belum?  mandi udah atau belum? emang pacar situ anaknya. 
 
Coba deh bayangin kita nanyain sama orang tua sendiri yang udah dari orok hingga segede gini yang Alhamdulillah masih tetep sehat aja jarangnya minta ampun. Justru orang tua lah yang nanya balik pada kita. Itulah perhatian sederhana dari lubuk hati orang tua. Namun kenyataannya perhatian yang seharusnya orang tua lebih berhak sebaliknya tertujukan ke orang lain.

Yaa sebenarnya terserah masing-masing orang, kita harus bisa memposisikan apapun itu pada tempatnya. Yaa silahkan kita harus bisa memilih, pilihan itu banyak tapi yang terbaik belum tentu ada banyak. 
 
Tunggu dulu, penulis menulis seperti ini bukan bermaksud untuk melarang ataupun menjelekkan orang berpacaran tidaak namun hanya bercerita menurut kacamata penulis hehe. Penulis tidak bermaksud melarang namun bukankah itu banyak terjadi?

Tidak menyalahkan siapa-siapa hehe maklum jika setiap orang ada rasa sama seseorang entah itu kagum, suka tau apalah itu. Tapi jangan segampang itu mengumbar diri ke oranglain. 
 
Jadikan itu semua untuk hal hal yang positif semacam untuk memotivasi ataupun hal baik lainnya yang menjadikan kita lebih baik. Intinya ambil sisi baiknya yang menjadikan diri kita lebih baik bukan malah menjadikan diri ini terlenaa.*hihi
 
Kembali ke laptop, ehh kok kaya tukul arwana kembali ke topik awal deh kan sebelumnya membahas tentang smartphona namun melebar entah kemana hihi. 
 
Pernah nggak kalian lihat orang yang kecanduan smartphone yang setiap jam bahkan menit nggak pernah ketinggalan sama namanya trending topik or hotnews medsos termasuk dikalangan sekolah, tetangga, public figur, ataupun macamnya itu nggak pernah mau terlewatkan dengan si berita paling viral paling buming. 
 
Bahkan berita yang yang hanya kabar burung saja, yang banyak menguraikan kenegatifan satu sisi kelompok tertentu lalu terjadi salah paham diantara mereka. Hal ini dapat dilihat melalui kolom komentar status seseorang yang isinya tidak lain yaa pasti judge, dan kata kata tak patut dicontoh sekalipun. 
 
Bayangkan saja apa kita harus meladeni setiap comment dari orang? Ttentu tidak. Tidak akan ada habisnya jika terus meladeni kata orang, belum tentu bener juga kan kata dia? Yeahh mulai sekarang harus kurang kurangin nih maenin gitu apa mau terus terusan hidup kita dihabisin buat ngisi hal semacam itu? Nggak mau kan? 
 
Tunggu dulu, dari banyaknya kesan negatif yang merajalela dikalangan remaja sekarang ini tentang adanya medsos tetep ada kesan positifnya kok, bahkan lebih banyak kebaikan yang ditimbulkan jika kita bisa mengikuti alur positif. Layaknya tumbuhan jika sering disiram, dirawat, dijaga pasti akan ada hasil manisnya kok yaitu berupa buah bermanfaat yang dihasilkan dari pohon tersebut. 
 
Apalagi kalo sedang bingung dengan suatu masalah misal kebingungan buat tugas, pr, dll cara paling cepat dan tepat pastinya ya mbah google, iya bukan?? Ada tugas atau PR nanya ke mbah google. Si embah yang pinternya dapat menjawab keluh kesah kita. Kita ngetik kata salah aja udah otomatis dibenerin, duhh pinternya minta ampun..*makan apa sih mbah hehe?
 
Kesimpulan dari awal sampe akhir simple kok, Ayo kita bareng-bareng mengubah sifat yang kurang bermanfaat menjadi lebih bermanfaat, tidak membiarkan waktu yang kita miliki terbuang sia-sia, dan terakhir lakukan sesuatu yang kita sebaik mungkin juga ikhlas tentunya, apalagi bisa membuat orang di sekitar menjadi tersenyum duh ademnyaa.. 
 
Jangan menunggu peristiwa yang menyenangkan baru tersenyum, tetapi tersenyumlah! dan hatimu akan senang! karena orang yang berbahagia tidak selalu memiliki yang terbaik.
 
Memang setiap orang tidak ada yang sempurna, begitupun penulis.  Itulah manis pahitnya dunia ini. Mari mengevaluasi diri sendiri apakah sudah benar atau sebaliknya jangan hanya mengevaluasi orang lain jika diri kalian sendiri belum sepenuhnya benar.
 
Setidaknya kita bisa saling belajar bersama-sama, yupss sama-sama belajar dari kenyataan yang ada untuk menapaki kehidupan dunia maupun akhirat nanti.
 
Tulisan ini hanyalah refleksi dari pandangan dan pengalaman penulis yang baru berusia tujuh belas tahun. Maaf jika terdapat kata yang kurang berkenan. Sekian :)

Share with your friends

Notification
Halo, terimakasih sudah mengunjungi blog Befinda.my.id dan jangan lupa baca artikel lain disini.
Oke