Perbedaan Pengukuran, Tes, Penilaian, dan Evaluasi - Befinda
Terbaru
Loading...

Sabtu, 27 Maret 2021

Perbedaan Pengukuran, Tes, Penilaian, dan Evaluasi



Dalam dunia pendidikan tak asing dengan kata pengukuran, tes, penilaian, dan evaluasi. Walaupun terlihat sama namun sebenarnya berbeda. Yuk simak penjelasan berikut ini agar bisa membedakannya.


Perbedaan Pengertian Pengukuran, Tes, Penilaian dan Evaluasi 


  • Tes merupakan seperangkat tugas yang direncanakan untuk memperoleh informasi tentang  sifat atau atribut pendidikan atau psikologik yang setiap butir pertanyaan atau tugas tersebut mempunyai jawaban atau ketentuan yang dianggap benar.

  • Pengukuran merupakan proses pemberian angka atau usaha memperoleh deskripsi numerik dari suatu tingkatan dimana seseorang peserta didik telah mencapai karakteristik tertentu. Pengukuran berkaitan erat dengan proses pencarian atau penentuan nilai kuantitatif.

  • Penilaian merupakan istilah yang umum dan mencakup semua metode yang biasa dipakai untuk mengetahui keberhasilan belajar siswa dengan cara menilai unjuk kerja individu peserta didik atau kelompok. Proses penilaian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan tentang sebaik apa hasil atau prestasi belajar peserta didik.

  • Evaluasi adalah kegiatan identifikasi untuk melihat apakah suatu program yang telah direncanakan telah tercapai atau belum, berharga atau tidak berharga, dan dapat pula untuk melihat tingkat efisiensi pelaksanaannya. Evaluasi juga dapat diartikan sebagai suatu proses penilaian untuk mengambil keputusan yang menggunakan seperangkat hasil pengukuran dan berpatokan kepada tujuan yang telah dirumuskan.


Perbedaan antara keempat hal tersebut terletak pada waktu, ruang lingkup, dan pelaksanaannya.

Waktu pelaksanaan antara tes, pengukuran, penilaian, dan evaluasi bersifat hierarki yaitu saling berurutan. Menurut saya urutan pelaksanaannya dimulai dari tes, pengukuran, penilaian, dan evaluasi.


Ruang lingkup penilaian lebih sempit dan biasanya hanya terbatas pada salah satu aspek saja, seperti prestasi belajar. Pelaksanaan penilaian biasanya dilakukan dalam konteks internal. Yaitu orang-orang yang menjadi bagian atau terlibat saja dalam proses pembelajaran. Misalnya, guru menilai prestasi belajar peserta didik, supervisor menilai kenerja guru dan lain sebagainya. Ruang lingkup evaluasi lebih luas, mencangkup semua komponen dalam suatu sistem dan dapat dilakukan tidak hanya pihak internal tetapi juga pihak eksternal.


Pelaksanaan evaluasi dan penilaian lebih bersifat komprehensif yang meliputi pengukuran, sedangkan tes merupakan salah satu alat atau instrument pengukuran. Pengukuran terbatas pada gambaran yang bersifat kuantitatif atau angka-angka tentang kemajuan belajar peserta didik, sedangkan evaluasi dan penilaian lebih bersifat kualitatif. Keputusan penilaian tidak hanya didasarkan pada hasil pengukuran, tetapi dapat pula didasarkan hasil pengamatan dan wawancara.


Contoh Kasus


Pada akhir pembelajaran guru ingin mengetahui sejauh mana pemahaman siswa terhadap apa yang telah dipelajari. Kemudian membuat soal untuk diujikan kepada siswanya. Tahap ini disebut tes.


Setelah itu, guru mengukur kemampuan siswa melalui tes tersebut dengan cara memberikan skor sesuai dengan jawaban yang benar. Tahap ini disebut pengukuran.


Selanjutnya dari skor yang diperoleh, guru tersebut mengolahnya dan dijadikan sebagai suatu informasi untuk menyimpulkan kemampuan siswa tersebut. Tahap ini disebut penilaian.


Berdasarkan penilaian tersebut, guru melakukan evaluasi pembelajaran yaitu mempertimbangkan apakah sistem pembelajaran yang telah dilakukan sudah baik atau masih ada yang perlu diperbaiki. Diharapkan dari evaluasi pembelajaran ini kedepannya guru mampu melaksanakan proses pembelajaran yang lebih baik lagi. Tahap ini disebut evaluasi.


Share with your friends

Notification
Halo, terimakasih sudah mengunjungi blog Befinda.my.id dan jangan lupa baca artikel lain disini.
Oke